Rel & Komponen Pintu Lipat

May 28, 2018

Tangerang, Wina-SS - Berbeda dengan pintu garasi yang pada umumnya menggunakan sistem tikung, sistem lipat sering kali digunakan untuk pintu penyekat ruangan, atau untuk pintu ruko. Sistem pintu lipat dipilih demi menjaga view (pemandangan) di dalam ruko/showroom yang biasa terdapat barang pajangan/display, disamping faktor kekuatan dan keamanan.
 
    
Pintu "Lipat Dalam" (4 : 3) seperti bagan diatas, menunjukkan bahwa pintu dirancang untuk 4 daun pintu dibuka ke kiri, dan 3 daun lainnya dibuka ke sebelah kanan. Pada saat dibuka, pintu akan melipat ke sisi dalam ruangan. Jadi, apabila dipilih sistem "Lipat Luar", maka tiang stopper terdapat di luar, maka dengan sendirinya pintu pun akan melipat pada sisi luar ruangan apabila sedang dibuka.
 
Sedangkan pembagian jumlah pintu lipat ke sisi kiri atau sisi kanan akan menentukan jumlah daun pintu hidup (pintu swing). Untuk pembagian jumlah pintu "Genap", maka tidak ada swing, seperti tampak pada gambar sisi sebelah kiri (4 daun pintu). Sebaliknya, pembagian ke sisi sebelah kanan adalah "Ganjil" (3 daun pintu) terdapat pintu swing, yaitu pintu No.5.
 
Komponen Pintu Lipat Biasa
   
Rel pada pintu Lipat Biasa dipasang pada balok atas (kongliong) seperti layaknya pintu garasi. Seperti pada pintu garasi, kekuatan utama pintu lipat juga terdapat pada rel dan roda atas.
Untuk jumlah daun pintu yang akan dilipat genap (sisi kiri) terdapat Roda Atas Pinggir (RAP) dan Roda Bawah Pinggir (RBP). Sebaliknya jika jumlah daun ganjil (sisi kanan), maka tidak ada RAP dan RBP.
  
Sistem Lipat "L"
  
  
Untuk pintu lipat yang di design untuk masuk skonneng pada saat dibuka (biasanya untuk pintu penyekat ruangan), maka digunakan Roda Atas "L", sedangkan roda bawah tetap sama seperti yang dipakai pada pintu Lipat Biasa. Komponen dan accessories juga sama, termasuk pemasangan rel di sisi sebelah dalam kongliong/janggutan (Lipat Dalam) atau sisi sebelah luar (Lipat Luar).
  
Sistem Lipat Pinggir
  
  
Pintu "Lipat Pinggir" berbeda dengan Lipat Biasa. Pemasangan rel di bawah kongliong, dengan meggunakan Roda Atas dan Roda Roda Bawah Lipat Pinggir. Hal ini mengakibatkan konsekuensi menggunakan Bracket Gantung untuk menggantikan Bracket Samping. T pintu jadi dengan sendirinya akan lebih rendah dari T opening ruangan.
Sama halnya dengan sistem bukaan Lipat Biasa, bukaan sistem pintu Lipat Pinggir juga dapat dilakukan dengan buka ke dalam atau buka ke sisi luar.
   
Sistem Lipat Tengah
  
  
Pintu "Lipat Tengah" hampir sama dengan pintu Lipat Pinggir, pemasangan juga menggunakan Bracket Gantung, yang menbedakan hanyalah roda atas dan roda bawah saja. Sistem bukaan Lipat Tengah adalah membagi sama bagian pintu, yaitu setengah di bagian luar, dan setengahnya lagi di bagian dalam.
Umumnya sistem ini dipakai sebagai penyekat/pembagian ruangan yang besar, seperti aula atau gedung pertemuan.
   
Roda Atas/ Roda Bawah Lipat Tengah sering pula disebut Roda Sliding, karena dapat dipergunakan untuk pintu sliding (geser). Untuk praktis dalam pemasangan pintu sistem sliding, rel dan roda sliding umumnya dijual secara paket, yang tersedia dalam beberapa jenis/type sesuai dengan lebar dan berat pintu.
Produk Komponen WINA-SS yang tersedia untuk pintu sliding secara paket dengan pilihan menggunakan roda nylon atau roda besi, adalah Komponen WS180RD2, Komponen WS100RD2, KomponenWS100RD4, Komponen WS150RD4, serta Komponen WS200RD4.
   
Seperti halnya pemasangan pintu garasi tikung, seorang teknisi ahli yang berpengalaman akan dengan cepat dan mudah dalam memasang dan menyetel pintu lipat maupun pintu sliding dengan menggunakan komponen pintu lipat, sesuai dengan standard sistem pemasangan pintu lipat yang benar. Sehingga pintu dapat dibuka tutup dengan relatif ringan.
   
Baca juga :
Mengapa Sistem Tikung? :
Pintu Garasi Tikung (bagian 1)
  
Ukuran Standard Garasi :
Pintu Garasi Tikung (bagian 2)
   
Rel dan Komponen :
Pintu Garasi Tikung (bagian 3)