Pemasangan

Ada beberapa sistem pemasangan hardware dan pintu besi wina-ss, diantaranya adalah sistem tikung, sliding dan lipat.

Pemasangan pintu sistem tikung kesamping merupakan pilihan yang paling banyak digunakan untuk pintu garasi. Disamping faktor efisiensi ruangan yang tidak mengurangi significant space garasi, sistem tikung ini juga praktis dalam hal buka-tutup pintu.

Pemasangan pintu sliding/geser ke arah samping kiri-kanan pada umumnya dipergunakan untuk pintu didalam ruangan. 

Apabila sistem pemasangan pintu tikung tidak memungkinkan, pemasangan bisa dilakukan dengan sistem lipat. Pintu lipat pada umumnya dimanfaatkan untuk pintu penyekat ruangan, pintu-pintu ruko, showroom, gudang maupun pintu pabrik.

Pemilihan sistem pemasangan masing-masing untuk pintu garasi, pintu sliding atau pintu lipat, disesuaikan dengan kondisi dan fungsi ruangan.

Adapun ukuran standar opening garasi wina-ss adalah sebagai berikut:
  • Lebar pillar(=penebalan) Pa/Pbmax.= 40 cm.
  • Tinggi balok atas(=janggutan) C min.= 18 cm.
  • Pada arah tikung harus ada pintu swing.
  • Satu set untuk dorongan tikung pintu garasi, minimal 3 daun dan maksimal 6 daun pintu.
  • Dalam sistem pintu lipat, apabila jumlah pintu yang dilipat berjumlah genap maka tidak ada pintu swing, sebaliknya apabila jumlah pintu yang dilipat berjumlah ganjil, maka terdapat pintu swing. 

     

Sistem pemasangan yang tersedia untuk pemakaian hardware wina-ss adalah sebagai berikut:
  • Pintu Tikung
  • Pintu Sliding
  • Pintu Lipat Biasa
  • Pintu Lipat 'L'
  • Pintu Lipat Pinggir 
  • Pintu Lipat Tengah

Contact Us Via WhatsApp